[{"uid":"7347","date":"2019-07-23","title":"(Blibli Indonesia Open) 5 Fakta Menarik BIO 2019","subheader":"Jakarta | Meski perhelatan akbar Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 telah berakhir, namun tetap menyisakan sejumlah kisah menarik di belakangnya. Megahnya penyelenggaraan turnamen hingga membludaknya antusias pecinta bulutangkis yang menghujani Istora Senayan, Jakarta, turut mewarnai kesuksesan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Sepanjang perhelatannya, Djarumbadminton.com merangkum beberapa fakta menarik yang terjadi di Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Berikut tujuh fakta menarik versi Djarumbadminton.com.","subtitle":"<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Tiga Partai All Finals<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Partai puncak Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 menyuguhkan tiga laga All Finals di sektor ganda putri, ganda campuran dan ganda putra. Di nomor ganda putri menyuguhkan All Japan Finals yang mempertemukan pasangan Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota dengan Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi. Sedangkan di nomor ganda campuran telah mempertandingkan All China Finals yang mempertemukan Zheng Siwei\/Huang Yaqiong kontra Wang Yilu\/Huang Dongping. Sementara di sektor ganda putra menghadirkan All Indonesian Finals antara Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Pasangan Yuki\/Sayaka (Jepang) dan Kevin\/Marcus (Indonesia) sukses mempertahankan gelar juara mereka di kejuaraan kali ini. Sedangkan Zheng\/Huang (Tiongkok) berhasil meraih podium tertinggi untuk pertama kalinya di ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Keseruan di Podium Ganda Putra<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Ada yang menarik saat penerimaan hadiah di podium juara ganda putra Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan tampak sama-sama memboyong buah hatinya naik ke podium. Kevin Sanjaya Sukamuljo yang belum menikah dan memiliki buah hati pun terlihat larut dalam keseruan itu.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Saat konfrensi pers usai penerimaan hadiah, sejumlah awak media pun lantas menanyakan kapan Kevin akan didampingi buah hatinya di atas podium. <em>&#8220;Kalau soal anak masih lama lah, santai saja,&#8221;<\/em> jawab Kevin seraya tersenyum.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Penonton Terbanyak<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Supporter bulutangkis Indonesia memang terkenal dengan fanatismenya. Di hari pertama pelaksanaan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000, Selasa (16\/7), tribun penonton di Istora Senayan, Jakarta yang berkapasitas 6000 kursi pun sudah terisi penuh. Tiket yang dijual secara online di situs Blibli.com dan Tiket.com pun ludes terjual dalam waktu singkat. Bahkan, para penonton yang tidak kebagian tiket juga tetap hadir ke Istora untuk memberikan dukungan kepada atlet idolanya lewat layar besar yang di siapkan panitia pelaksana.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>&#8216;Kutukan&#8217; Tunggal Putra Tiongkok<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sejak terselenggaranya turnamen ini, tunggal putra Tiongkok belum juga mampu menepis &#8216;kutukan&#8217; tidak bisa juara di Istora. Buktinya, lima wakil tunggal putra Tiongkok di ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 kali ini, lagi-lagi belum bisa menaklukkan Istora. Bahkan Lin Dan, Chen Long dan Shi Yuqi pun gagal total usai tersungkur di babak kedua. Sedangkan Huang Yu Xiang hanya mampu bertahan hingga babak perempat final.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Batik dan Blangkon<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Panitia pelaksana mencoba menonjolkan atribut kebudayaan tradisional khas Tanah Air di partai final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Para wasit yang memimpin jalannya pertandingan dibalut dengan busana Batik khas Indonesia. Pun demikian dengan para hakim garis yang didandani dengan pakaian lurik khas Jawa lengkap dengan blangkonnya. Ide unik inipun lantas menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 dan mendapat sanjungan dari federasi bulutangkis dunia atau Badminton World Federation (BWF).<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya melihat di sini, di Indonesia, bulutangkis sangat mudah diakses berbagai kalangan, penyelenggara juga menyajikan turnamen ini begitu bagus. Indonesia juga bisa menunjukkan budayanya kepada dunia. Seragam yang dipakai wasit menambah identitas Indonesia di turnamen ini,&#8221;<\/em> sanjung Head of Event Project BWF, Koh Wa Cheng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;BIO merupakan turnamen yang sangat bagus, banyak sekali peningkatannya. Saya ada di turnamen ini sejak 2011 lalu dan saya sangat menikmati berada di sini. Indonesia adalah tuan rumah yang baik, fans bulutangkisnya sangat luar biasa. Event ini sangat bagus untuk mempromosikan bulutangkis ke masyarakat,&#8221; <\/em>katanya.<\/p>","text":"<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Tiga Partai All Finals<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Partai puncak Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 menyuguhkan tiga laga All Finals di sektor ganda putri, ganda campuran dan ganda putra. Di nomor ganda putri menyuguhkan All Japan Finals yang mempertemukan pasangan Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota dengan Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi. Sedangkan di nomor ganda campuran telah mempertandingkan All China Finals yang mempertemukan Zheng Siwei\/Huang Yaqiong kontra Wang Yilu\/Huang Dongping. Sementara di sektor ganda putra menghadirkan All Indonesian Finals antara Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Pasangan Yuki\/Sayaka (Jepang) dan Kevin\/Marcus (Indonesia) sukses mempertahankan gelar juara mereka di kejuaraan kali ini. Sedangkan Zheng\/Huang (Tiongkok) berhasil meraih podium tertinggi untuk pertama kalinya di ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Keseruan di Podium Ganda Putra<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Ada yang menarik saat penerimaan hadiah di podium juara ganda putra Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan tampak sama-sama memboyong buah hatinya naik ke podium. Kevin Sanjaya Sukamuljo yang belum menikah dan memiliki buah hati pun terlihat larut dalam keseruan itu.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Saat konfrensi pers usai penerimaan hadiah, sejumlah awak media pun lantas menanyakan kapan Kevin akan didampingi buah hatinya di atas podium. <em>&#8220;Kalau soal anak masih lama lah, santai saja,&#8221;<\/em> jawab Kevin seraya tersenyum.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Penonton Terbanyak<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Supporter bulutangkis Indonesia memang terkenal dengan fanatismenya. Di hari pertama pelaksanaan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000, Selasa (16\/7), tribun penonton di Istora Senayan, Jakarta yang berkapasitas 6000 kursi pun sudah terisi penuh. Tiket yang dijual secara online di situs Blibli.com dan Tiket.com pun ludes terjual dalam waktu singkat. Bahkan, para penonton yang tidak kebagian tiket juga tetap hadir ke Istora untuk memberikan dukungan kepada atlet idolanya lewat layar besar yang di siapkan panitia pelaksana.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>&#8216;Kutukan&#8217; Tunggal Putra Tiongkok<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sejak terselenggaranya turnamen ini, tunggal putra Tiongkok belum juga mampu menepis &#8216;kutukan&#8217; tidak bisa juara di Istora. Buktinya, lima wakil tunggal putra Tiongkok di ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 kali ini, lagi-lagi belum bisa menaklukkan Istora. Bahkan Lin Dan, Chen Long dan Shi Yuqi pun gagal total usai tersungkur di babak kedua. Sedangkan Huang Yu Xiang hanya mampu bertahan hingga babak perempat final.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\"><strong>Batik dan Blangkon<\/strong><\/li> <\/ul><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Panitia pelaksana mencoba menonjolkan atribut kebudayaan tradisional khas Tanah Air di partai final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Para wasit yang memimpin jalannya pertandingan dibalut dengan busana Batik khas Indonesia. Pun demikian dengan para hakim garis yang didandani dengan pakaian lurik khas Jawa lengkap dengan blangkonnya. Ide unik inipun lantas menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 dan mendapat sanjungan dari federasi bulutangkis dunia atau Badminton World Federation (BWF).<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya melihat di sini, di Indonesia, bulutangkis sangat mudah diakses berbagai kalangan, penyelenggara juga menyajikan turnamen ini begitu bagus. Indonesia juga bisa menunjukkan budayanya kepada dunia. Seragam yang dipakai wasit menambah identitas Indonesia di turnamen ini,&#8221;<\/em> sanjung Head of Event Project BWF, Koh Wa Cheng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;BIO merupakan turnamen yang sangat bagus, banyak sekali peningkatannya. Saya ada di turnamen ini sejak 2011 lalu dan saya sangat menikmati berada di sini. Indonesia adalah tuan rumah yang baik, fans bulutangkisnya sangat luar biasa. Event ini sangat bagus untuk mempromosikan bulutangkis ke masyarakat,&#8221; <\/em>katanya.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.85.JPG&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.85.JPG"},{"uid":"7340","date":"2019-07-22","title":"(Blibli Indonesia Open) Semakin Meriah, BWF Sanjung Penyelenggaraan Tuan Rumah","subheader":"Jakarta | Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Indonesia Open selalu mengalami peningkatan kualitas. Maka dari itu, tak heran bila federasi bulutangkis dunia atau Badminton World Federation (BWF) kembali memuji perhelatan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, 16 hingga 21 Juli, kemarin. BWF menilai penyelenggaraan tahun ini berjalan dengan sukses dan semakin meriah.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;BIO merupakan turnamen yang <\/em><em>sangat bagus, banyak sekali peningkatan<\/em><em>nya. Saya ada di turnamen ini sejak 2011 <\/em><em>lalu dan saya sangat menikmati berada di sini. Indonesia adalah tuan rumah yang baik, fans bulutangkisnya <\/em><em>sangat luar biasa. Event ini sangat bagus untuk mempromosikan bulutangkis ke masyarakat,&#8221;<\/em> kata Head of Event Project BWF, Koh Wa Cheng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Tidak hanya sukses menggelar kejuaraan kelas dunia, Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini juga berhasil memanjakan kenyamanan bagi para pengunjung yang hadir di Istora dengan berbagai fasilitas terbaiknya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Mengusung tema Sport-artainment, Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 mampu menyuguhkan kesan nyaman dan menyenangkan selama berada di arena Istora. Bahkan, sederetan artis ibukota seperti Kahitna, Nidji dan lain-lain, juga turut hadir memeriahkan turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar 1.250.000 Dollar AS ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Lebih lanjut Koh mengatakan, atribut tradisional yang ditonjolkan panitia pelaksana melalui busana batik yang dikenakan para wasit dan baju lurik Jawa lengkap dengan blangkon yang dipakai seluruh hakim servis, spontan membuat turnamen ini kental dengan kebudayaan Indonesia.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya melihat di sini bulutangkis sangat mudah diakses berbagai kalangan, penyelenggara juga menyajikan turnamen ini begitu bagus. Indonesia juga bisa menunjukkan budayanya kepada dunia, seragam yang dipakai wasit menambah identitas Indonesia di turnamen ini,&#8221;<\/em> sanjungnya.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;BIO merupakan turnamen yang <\/em><em>sangat bagus, banyak sekali peningkatan<\/em><em>nya. Saya ada di turnamen ini sejak 2011 <\/em><em>lalu dan saya sangat menikmati berada di sini. Indonesia adalah tuan rumah yang baik, fans bulutangkisnya <\/em><em>sangat luar biasa. Event ini sangat bagus untuk mempromosikan bulutangkis ke masyarakat,&#8221;<\/em> kata Head of Event Project BWF, Koh Wa Cheng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Tidak hanya sukses menggelar kejuaraan kelas dunia, Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini juga berhasil memanjakan kenyamanan bagi para pengunjung yang hadir di Istora dengan berbagai fasilitas terbaiknya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Mengusung tema Sport-artainment, Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 mampu menyuguhkan kesan nyaman dan menyenangkan selama berada di arena Istora. Bahkan, sederetan artis ibukota seperti Kahitna, Nidji dan lain-lain, juga turut hadir memeriahkan turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar 1.250.000 Dollar AS ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Lebih lanjut Koh mengatakan, atribut tradisional yang ditonjolkan panitia pelaksana melalui busana batik yang dikenakan para wasit dan baju lurik Jawa lengkap dengan blangkon yang dipakai seluruh hakim servis, spontan membuat turnamen ini kental dengan kebudayaan Indonesia.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya melihat di sini bulutangkis sangat mudah diakses berbagai kalangan, penyelenggara juga menyajikan turnamen ini begitu bagus. Indonesia juga bisa menunjukkan budayanya kepada dunia, seragam yang dipakai wasit menambah identitas Indonesia di turnamen ini,&#8221;<\/em> sanjungnya.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.81.JPG&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.81.JPG"},{"uid":"7339","date":"2019-07-22","title":"(Blibli Indonesia Open) Sukses Digelar, Sampai Jumpa di BIO Tahun Depan","subheader":"Jakarta | Perhelatan akbar Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 telah sukses digelar. Tak hanya para juara, ribuan pengunjung yang hadir ke Istora Senayan, Jakarta pun turut merasakan kebahagiaan yang sama. Tahun ini, panitia pelaksana benar-benar memanjakan para penggemar bulutangkis yang menyaksikan langsung turnamen terbaik di dunia ini dengan segudang aktifitas dan fasilitas yang berkelas.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Ketua Panitia Pelaksana Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000, Achmad Budiharto mengucap syukur atas suksesnya acara ini, mulai dari persiapan hingga akhir kegiatan. <em>&#8220;<\/em><em>Kita patut bersyukur event ini bisa <\/em><em>terselenggara dan berjalan dengan baik. Bisa kita lihat antusiasme penonton, mereka sangat menikmati situasi di BIO.<\/em><em> Itu berkat kerja keras dari kita semua,&#8221;<\/em> kata Budiharto.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, meski secara prestasi harus mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, namun Budiharto tetap mengapresiasi semangat para atlet Indonesia yang sudah berusaha memberikan yang terbaik di kejuaraan kali ini. <em>&#8220;<\/em><em>Secara prestasi harus diakui sedikit lebih rendah dari tahun lalu, mudah-mudahan tahun depan akan lebih baik<\/em><em> lagi,&#8221;<\/em> ungkapnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Pada kejuaraan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 kali ini, Indonesia berhasil meraih satu gelar juara dari nomor ganda putra lewat laga All Indonesian finals yang dimenangkan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon atas Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Terima kasih untuk para supporter yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan untuk para atlet Indonesia yang berlaga di BIO ini,&#8221;<\/em> tutupnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Terima Kasih dan sampai jumpa di Indonesia Open tahun depan!<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Berikut hasil lengkap pertandingan final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000:<\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Ganda Putri: <strong>Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota (<\/strong><strong>Jepang)<\/strong> vs Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi (Jepang) 21-16 dan 21-18<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Tunggal Putri: <strong>Akane Yamaguchi (<\/strong><strong>Jepang)<\/strong> vs Pusarla.V Sindhu (India) 21-15 dan 21-16<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Ganda Campuran: <strong>Zheng Siwei\/Huang Yaqiong (<\/strong><strong>Tiongkok)<\/strong> vs Wang Yilyu\/Huang Dongping (Tiongkok) 21-13 dan 21-18<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Tunggal Putra: <strong>Chou Tien Chen (<\/strong><strong>Taiwan)<\/strong> vs Anders Antonsen (Denmark) 21-18, 24-26 dan 21-15<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Ganda Putra: <strong>Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon (<\/strong><strong>Indonesia)<\/strong> vs Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan (Indonesia) 21-19 dan 21-16<\/li> <\/ul>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Ketua Panitia Pelaksana Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000, Achmad Budiharto mengucap syukur atas suksesnya acara ini, mulai dari persiapan hingga akhir kegiatan. <em>&#8220;<\/em><em>Kita patut bersyukur event ini bisa <\/em><em>terselenggara dan berjalan dengan baik. Bisa kita lihat antusiasme penonton, mereka sangat menikmati situasi di BIO.<\/em><em> Itu berkat kerja keras dari kita semua,&#8221;<\/em> kata Budiharto.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, meski secara prestasi harus mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, namun Budiharto tetap mengapresiasi semangat para atlet Indonesia yang sudah berusaha memberikan yang terbaik di kejuaraan kali ini. <em>&#8220;<\/em><em>Secara prestasi harus diakui sedikit lebih rendah dari tahun lalu, mudah-mudahan tahun depan akan lebih baik<\/em><em> lagi,&#8221;<\/em> ungkapnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Pada kejuaraan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 kali ini, Indonesia berhasil meraih satu gelar juara dari nomor ganda putra lewat laga All Indonesian finals yang dimenangkan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon atas Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Terima kasih untuk para supporter yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan untuk para atlet Indonesia yang berlaga di BIO ini,&#8221;<\/em> tutupnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Terima Kasih dan sampai jumpa di Indonesia Open tahun depan!<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Berikut hasil lengkap pertandingan final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000:<\/p><br \/>\r\n<ul> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Ganda Putri: <strong>Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota (<\/strong><strong>Jepang)<\/strong> vs Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi (Jepang) 21-16 dan 21-18<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Tunggal Putri: <strong>Akane Yamaguchi (<\/strong><strong>Jepang)<\/strong> vs Pusarla.V Sindhu (India) 21-15 dan 21-16<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Ganda Campuran: <strong>Zheng Siwei\/Huang Yaqiong (<\/strong><strong>Tiongkok)<\/strong> vs Wang Yilyu\/Huang Dongping (Tiongkok) 21-13 dan 21-18<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Tunggal Putra: <strong>Chou Tien Chen (<\/strong><strong>Taiwan)<\/strong> vs Anders Antonsen (Denmark) 21-18, 24-26 dan 21-15<\/li> \t<li class=\"MsoNoSpacing\">Ganda Putra: <strong>Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon (<\/strong><strong>Indonesia)<\/strong> vs Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan (Indonesia) 21-19 dan 21-16<\/li> <\/ul>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.80.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.80.jpg"},{"uid":"7334","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) The Minions Jaga Mahkota Juara","subheader":"Jakarta | Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo\/Marcus Fernaldi Gideon sukses menjaga mahkota juaranya di pentas Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. The Minions kembali menjadi yang terbaik di kejuaraan ini setelah berhasil menumbangkan kompatriotnya, Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan dengan skor 21-19 dan 21-16 pada pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21\/7).","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Di game pertama kita sedikit grogi dan sempat mendapat tekanan. Tapi di game kedua kita bisa tampil lebih baik. Kita sama-sama latihan bersama di Cipayung, jadi sudah tahu kekurangan dan kelebihannya juga. Koh hendra memang pemain depan yang sangat baik. Saya hanya selalu berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan saya,&#8221;<\/em> kata Kevin Sanjaya Sukamuljo selepas pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Ini menjadi gelar ketiga bagi Kevin\/Marcus sepanjang 2019 setelah Malaysia Masters 2019 BWF World Tour Super 500 dan Daihatsu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 500, Januari lalu. Setelah kesuksesan ini, The Minions akan langsung mengalihkan fokusnya untuk Japan Open 2019 BWF World Tour Super 750, yang akan berlangsung pekan depan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Kalau mengenai fokus, di setiap pertandingan memang kita harus selalu fokus. Masa sudah jauh-jauh berangkat kita nggak fokus. Tapi kita akan terus melakukan evaluasi, karena kita pasti masih ada banyak kekurangannya,&#8221;<\/em> tuturnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Yang pasti kita akan tetap meningkatkan latihan. Akan banyak evaluasi yang kita lakukan setelah ini. Semua pemain pasti ingin mengalahkan kita, karena kita nomor satu dunia. Dan mereka juga pasti banyak mempelajari permainan kita. Makanya kita juga harus mempelajari permainan lawan,&#8221; <\/em>sambungnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Lebih lanjut Kevin mengatakan bila dirinya akan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam perhitungan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. <em>&#8220;Dan saya rasa semua pemain punya peluang yang sama untuk ke Olimpiade. Jadi kita lihat saja nanti waktu mendekati olimpiade 2020 seperti apa,&#8221;<\/em> tutup Kevin.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, meski harus finis sebagai runner up, Mohammad Ahsan mengaku tetap bersyukur atas raihan yang berhasil dicapainya pada kejuaraan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini. <em>&#8220;Pastinya Alhamdulillah, tetap bersyukur karena sudah bisa lolos sampai ke final. Memang di pertandingan tadi, Kevin\/Marcus lebih di atas kita. Mereka jelas lebih cepat dan kita juga kewalahan. Kita ucapkan selamat untuk Kevin\/Marcus,&#8221;<\/em> kata Ahsan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Hal serupa juga diungkapkan Hendra Setiawan yang menilai penampilan Kevin\/Marcus memang lebih baik daripada permainannya pada laga final kali ini. Selain itu, Hendra juga berharap bila sektor ganda putra Indonesia bisa terus konsisten mengumpulkan prestasi.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Memang sekarang ganda putra Indonesia lagi bagus, di sini ada ranking satu dunia, ada kita dan Fajar Alfian\/Muhammad Rian Ardianto. Semoga kedepannya tetap stabil dan bisa menyumbang medali di Olimpiade 2020 nanti. Yang pasti latihannya jangan sampai turun kalau bisa,&#8221;<\/em> pungkas Hendra.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Di game pertama kita sedikit grogi dan sempat mendapat tekanan. Tapi di game kedua kita bisa tampil lebih baik. Kita sama-sama latihan bersama di Cipayung, jadi sudah tahu kekurangan dan kelebihannya juga. Koh hendra memang pemain depan yang sangat baik. Saya hanya selalu berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan saya,&#8221;<\/em> kata Kevin Sanjaya Sukamuljo selepas pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Ini menjadi gelar ketiga bagi Kevin\/Marcus sepanjang 2019 setelah Malaysia Masters 2019 BWF World Tour Super 500 dan Daihatsu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 500, Januari lalu. Setelah kesuksesan ini, The Minions akan langsung mengalihkan fokusnya untuk Japan Open 2019 BWF World Tour Super 750, yang akan berlangsung pekan depan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Kalau mengenai fokus, di setiap pertandingan memang kita harus selalu fokus. Masa sudah jauh-jauh berangkat kita nggak fokus. Tapi kita akan terus melakukan evaluasi, karena kita pasti masih ada banyak kekurangannya,&#8221;<\/em> tuturnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Yang pasti kita akan tetap meningkatkan latihan. Akan banyak evaluasi yang kita lakukan setelah ini. Semua pemain pasti ingin mengalahkan kita, karena kita nomor satu dunia. Dan mereka juga pasti banyak mempelajari permainan kita. Makanya kita juga harus mempelajari permainan lawan,&#8221; <\/em>sambungnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Lebih lanjut Kevin mengatakan bila dirinya akan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam perhitungan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. <em>&#8220;Dan saya rasa semua pemain punya peluang yang sama untuk ke Olimpiade. Jadi kita lihat saja nanti waktu mendekati olimpiade 2020 seperti apa,&#8221;<\/em> tutup Kevin.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, meski harus finis sebagai runner up, Mohammad Ahsan mengaku tetap bersyukur atas raihan yang berhasil dicapainya pada kejuaraan Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini. <em>&#8220;Pastinya Alhamdulillah, tetap bersyukur karena sudah bisa lolos sampai ke final. Memang di pertandingan tadi, Kevin\/Marcus lebih di atas kita. Mereka jelas lebih cepat dan kita juga kewalahan. Kita ucapkan selamat untuk Kevin\/Marcus,&#8221;<\/em> kata Ahsan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Hal serupa juga diungkapkan Hendra Setiawan yang menilai penampilan Kevin\/Marcus memang lebih baik daripada permainannya pada laga final kali ini. Selain itu, Hendra juga berharap bila sektor ganda putra Indonesia bisa terus konsisten mengumpulkan prestasi.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Memang sekarang ganda putra Indonesia lagi bagus, di sini ada ranking satu dunia, ada kita dan Fajar Alfian\/Muhammad Rian Ardianto. Semoga kedepannya tetap stabil dan bisa menyumbang medali di Olimpiade 2020 nanti. Yang pasti latihannya jangan sampai turun kalau bisa,&#8221;<\/em> pungkas Hendra.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.75.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.75.jpg"},{"uid":"7333","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) Tahta Tunggal Putra Milik Chou Tien Chen","subheader":"Jakarta | Tahta juara tunggal putra Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 akhirnya jatuh ketangan pebulutangkis andalan Taiwan, Chou Tien Chen. Setelah melalu pertarungan panjang selama 91 menit yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21\/7), Chou akhirnya menduduki podium tertinggi lewat kemenangan 21-18, 24-26 dan 21-15 atas wakil Denmark, Anders Antonsen.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Ini pertandingan yang sangat bagus dan sangat ketat. Saya dan Antonsen sudah berjuang tampil maksimal untuk memberikan hasil terbaik di pertandingan ini. Terima kasih Tuhan! Ini gelar yang sudah saya tunggu-tunggu. Rasanya senang sekalai, ini gelar pertama saya di turnamen level Super 1000. Dan saya akan terus berusaha untuk mengulang keberhasilan ini,&#8221;<\/em> ungkap Chou Tien Chen kepada <em>Djarumbadminton.com<\/em>.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Tunggal putra peringkat tiga dunia ini tampak begitu emosional saat melakukan selebrasi. Bahkan Chou terlihat mengeluarkan tangisan haru penuh kebahagiaan setelah memastikan gelar juaranya di kejuaraan kali ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Tidak cuma itu, Chou juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pendukungnya yang hadir memadati Istora pada lagai final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini. <em>&#8220;Terima kasih untuk seluruh penggemar yang hari ini memenuhi Istora dan terima kasih untuk semuanya. Tuhan memberkati kalian,&#8221;<\/em> tutup Chou.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, Anders Antonsen mengatakan bila dirinya sedikit kecewa karena harus keluar sebagai runner up. Namun, pebulutangkis asal Denmark ini juga menyebut bila laga final kali ini benar-benar menjadi pertarungan yang panjang, menegangkan dan melelahkan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Pertama-tama, tentunya selamat untuk Chou karena sudah mendapatkan gelar juara ini dan terima kasih untuk pertarungan yang luar biasa malam ini. Ini menjadi pertarungan yang sengit, pertarungan yang panjang dan pertarungan ketahanan fisik juga. Intinya selamat untuk Chou. Dia sudah berjuang dengan sangat baik,&#8221;<\/em> jelas Antonsen.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya memulai pertandingan ini dengan sedikit lambat awalnya. Di game ketiga saya banyak sekali membuat kesalahan kesalahan. Tapi saya sudah berusha untuk tenang di sepanjang pertandingan,&#8221;<\/em> lanjutnya menceritakan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya memang bukan unggulan di kejuaraan ini, tapi saya rasa, saya punya peluang untuk mendapatkan gelar ini. Tapi saya tetap senang dengan hasil ini. Mungkin juga ini sudah waktunya untuk saya bersinar,&#8221;<\/em> tandasnya.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Ini pertandingan yang sangat bagus dan sangat ketat. Saya dan Antonsen sudah berjuang tampil maksimal untuk memberikan hasil terbaik di pertandingan ini. Terima kasih Tuhan! Ini gelar yang sudah saya tunggu-tunggu. Rasanya senang sekalai, ini gelar pertama saya di turnamen level Super 1000. Dan saya akan terus berusaha untuk mengulang keberhasilan ini,&#8221;<\/em> ungkap Chou Tien Chen kepada <em>Djarumbadminton.com<\/em>.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Tunggal putra peringkat tiga dunia ini tampak begitu emosional saat melakukan selebrasi. Bahkan Chou terlihat mengeluarkan tangisan haru penuh kebahagiaan setelah memastikan gelar juaranya di kejuaraan kali ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Tidak cuma itu, Chou juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pendukungnya yang hadir memadati Istora pada lagai final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini. <em>&#8220;Terima kasih untuk seluruh penggemar yang hari ini memenuhi Istora dan terima kasih untuk semuanya. Tuhan memberkati kalian,&#8221;<\/em> tutup Chou.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, Anders Antonsen mengatakan bila dirinya sedikit kecewa karena harus keluar sebagai runner up. Namun, pebulutangkis asal Denmark ini juga menyebut bila laga final kali ini benar-benar menjadi pertarungan yang panjang, menegangkan dan melelahkan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Pertama-tama, tentunya selamat untuk Chou karena sudah mendapatkan gelar juara ini dan terima kasih untuk pertarungan yang luar biasa malam ini. Ini menjadi pertarungan yang sengit, pertarungan yang panjang dan pertarungan ketahanan fisik juga. Intinya selamat untuk Chou. Dia sudah berjuang dengan sangat baik,&#8221;<\/em> jelas Antonsen.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya memulai pertandingan ini dengan sedikit lambat awalnya. Di game ketiga saya banyak sekali membuat kesalahan kesalahan. Tapi saya sudah berusha untuk tenang di sepanjang pertandingan,&#8221;<\/em> lanjutnya menceritakan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Saya memang bukan unggulan di kejuaraan ini, tapi saya rasa, saya punya peluang untuk mendapatkan gelar ini. Tapi saya tetap senang dengan hasil ini. Mungkin juga ini sudah waktunya untuk saya bersinar,&#8221;<\/em> tandasnya.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.74.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.74.jpg"},{"uid":"7327","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) Akhirnya, Zheng\/Huang Juara di Istora","subheader":"Jakarta | Pasangan ganda campuran Tiongkok, Zheng Siwei\/Huang Yaqiong akhirnya berhasil menduduki podium tertinggi di ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 setelah mengunci kemenangan straight atas kompatriotnya, Wang Yi Lu\/Huang Dong Ping dengan skor 21-13 dan 21-18, pada laga final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21\/7), dalam durasi 31 menit.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Ini menjadi gelar juara Indonesia Open pertama bagi Zheng\/Huang sepanjang perjalanan karir mereka berpasangan. <em>&#8220;Senang sekali. Hasil dan permain hari ini sudah sesuai dengan harapan kita. Kita bermain sangat bagus hari ini, dan persiapan kita sebelum inipun sudah sangat baik,&#8221;<\/em> ujar Zheng Siwei usai pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Pastinya sangat senang, tahun ini kita dua kali datang dan berhasil dua kali juara di Indonesia,&#8221;<\/em> sambar Huang Yaqiong menambahkan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Lebih lanjut Zheng mengatakan, dengan tidak lagi adanya Tontowi Ahmad\/Liliyana Natsir di panggung Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini, lantas membuat peluang mereka untuk menjadi juara semakin terbuka lebar.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Tentu saja, dengan tidak lagi adanya Tontowi\/Liliyana, peluang kita untuk merebut gelar juara menjadi lebih besar. Karena entah kenapa, performa Tontowi\/Liliyana selalu sangat bagus kalau bermain di Istora. Ini benar-benar kesempatan yang baik,&#8221;<\/em> ungkap Zheng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Kemenangan dan gelar juara ini tentunya sangat berarti buat kita. Karena kita memang belum pernah juara di sini, Indonesia Open. Selain itu, karena kita punya target untuk mengambil semua gelar juara yang ada di dalam rangkaian BWF world tour,&#8221;<\/em> tandasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, pasangan Wang Yi Lu\/Huang Dong Ping justru mengaku sangat kecewa dengan penampilannya di laga final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 kali ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Hari ini permainan kita kurang baik. Sebetulnya tidak ada kesulitan di pertandingan hari ini. Kekalahan itu suatu hal yang wajar dalam pertandingan. Yang membuat kecewa adalah karena kita kurang bisa melakukan persiapannya dengan baik pula. Apa yang kita harapan sejak awal ternyata tidak bisa berjalan dengan baik di pertandingan hari ini,&#8221;<\/em> jelas Wang Yi Lu.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Ini menjadi gelar juara Indonesia Open pertama bagi Zheng\/Huang sepanjang perjalanan karir mereka berpasangan. <em>&#8220;Senang sekali. Hasil dan permain hari ini sudah sesuai dengan harapan kita. Kita bermain sangat bagus hari ini, dan persiapan kita sebelum inipun sudah sangat baik,&#8221;<\/em> ujar Zheng Siwei usai pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Pastinya sangat senang, tahun ini kita dua kali datang dan berhasil dua kali juara di Indonesia,&#8221;<\/em> sambar Huang Yaqiong menambahkan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Lebih lanjut Zheng mengatakan, dengan tidak lagi adanya Tontowi Ahmad\/Liliyana Natsir di panggung Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini, lantas membuat peluang mereka untuk menjadi juara semakin terbuka lebar.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Tentu saja, dengan tidak lagi adanya Tontowi\/Liliyana, peluang kita untuk merebut gelar juara menjadi lebih besar. Karena entah kenapa, performa Tontowi\/Liliyana selalu sangat bagus kalau bermain di Istora. Ini benar-benar kesempatan yang baik,&#8221;<\/em> ungkap Zheng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Kemenangan dan gelar juara ini tentunya sangat berarti buat kita. Karena kita memang belum pernah juara di sini, Indonesia Open. Selain itu, karena kita punya target untuk mengambil semua gelar juara yang ada di dalam rangkaian BWF world tour,&#8221;<\/em> tandasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, pasangan Wang Yi Lu\/Huang Dong Ping justru mengaku sangat kecewa dengan penampilannya di laga final Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 kali ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Hari ini permainan kita kurang baik. Sebetulnya tidak ada kesulitan di pertandingan hari ini. Kekalahan itu suatu hal yang wajar dalam pertandingan. Yang membuat kecewa adalah karena kita kurang bisa melakukan persiapannya dengan baik pula. Apa yang kita harapan sejak awal ternyata tidak bisa berjalan dengan baik di pertandingan hari ini,&#8221;<\/em> jelas Wang Yi Lu.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.73.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.73.jpg"},{"uid":"7326","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) Akane Juara, Jepang Bawa Pulang Dua Gelar","subheader":"Jakarta | Gelar juara di nomor tunggal putri Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 menjadi milik pebulutangkis Jepang, Akane Yamaguchi. Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21\/7), Akane sukses mengandaskan perlawanan wakil India, Pusarla V. Sindhu lewat kemenangan dua game langsung dengan skor 21-15 dan 21-16. Hasil manis ini lantas menjadi gelar perdana bagi Akane saat berlaga di Indonesia.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Ini pertama kalinya saya menang di Indonesia dan di turnamen level Super 1000. Jadi saya sangat senang sekali dengan hasil ini,&#8221;<\/em> ujar Akane Yamaguchi kepada <em>Djarumbadminton.com<\/em>.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Akane cukup memegang kendali permainan di game kedua. Tunggal putri peringkat empat dunia ini bahkan mampu mengantisipasi setiap pergerakan dan serangan yang coba dibangun Sindhu. <em>&#8220;Sindhu punya postur tubuh yang lebih tinggi dari saya dan smash-nya pun cepat dan kencang. Jadi sepanjang pertandingan tadi, sebisa mungkin saya harus bisa mengantisipasi serangan-serangannya,&#8221;<\/em> jelasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Kekalahan yang dialami Akane pada pertemuan terakhir kontra Sindhu, rupanya menjadi motivasi tersendiri bagi pebulutangkis asal Negeri Sakura ini. Apalagi, Akane juga sedang dalam misi pengumpulan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Di pertemuan terakhir, saya kalah dari Sindhu. Itulah yang menjadi salah satu motivasi saya untuk memenangkan pertandingan kali ini. Ditambah lagi, saya sangat ingin bisa tampil di Olimpiade 2020 nanti. Walaupun persaingannya ketat, tapi saya akan terus berusaha. Yang pasti, saya sangat senang dengan gelar juara kali ini,&#8221;<\/em> tutup Akane.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Di sisi lain, Pusarla V. Sindhu mengaku harus puas dengan gelar runner up yang didapatkannya pada ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini. Sebab, ia merasa sudah berusaha tampil maksimal dan memberikan yang terbaik sepanjang pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Hari ini pentandingan yang sangat bagus. Saya merasa sudah bermain dengan bagus dan begitu juga dengan Akane. Saya beberapa kali membuat kesalahan sendiri saat sedang unggul di pertandingan final ini. Walaupun cukup kecewa karena belum bisa menjadi juara, tapi ini menjadi pengalaman yang luar biasa buat saya,&#8221;<\/em> ungkap Sindhu selepas pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Tentunya persaingan di sektor tunggal putri saat ini sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Saya rasa semua pemain sudah berada di level yg sama saat ini, khususnya di top 10 dunia, persaingan sangat ketat dan merata,&#8221;<\/em> pungkasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Dengan hasil ini, Jepang sukses membawa pulang dua gelar juara dari sektor tunggal putri melalui Akane Yamaguchi dan ganda putri lewat pasangan Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Ini pertama kalinya saya menang di Indonesia dan di turnamen level Super 1000. Jadi saya sangat senang sekali dengan hasil ini,&#8221;<\/em> ujar Akane Yamaguchi kepada <em>Djarumbadminton.com<\/em>.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Akane cukup memegang kendali permainan di game kedua. Tunggal putri peringkat empat dunia ini bahkan mampu mengantisipasi setiap pergerakan dan serangan yang coba dibangun Sindhu. <em>&#8220;Sindhu punya postur tubuh yang lebih tinggi dari saya dan smash-nya pun cepat dan kencang. Jadi sepanjang pertandingan tadi, sebisa mungkin saya harus bisa mengantisipasi serangan-serangannya,&#8221;<\/em> jelasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Kekalahan yang dialami Akane pada pertemuan terakhir kontra Sindhu, rupanya menjadi motivasi tersendiri bagi pebulutangkis asal Negeri Sakura ini. Apalagi, Akane juga sedang dalam misi pengumpulan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Di pertemuan terakhir, saya kalah dari Sindhu. Itulah yang menjadi salah satu motivasi saya untuk memenangkan pertandingan kali ini. Ditambah lagi, saya sangat ingin bisa tampil di Olimpiade 2020 nanti. Walaupun persaingannya ketat, tapi saya akan terus berusaha. Yang pasti, saya sangat senang dengan gelar juara kali ini,&#8221;<\/em> tutup Akane.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Di sisi lain, Pusarla V. Sindhu mengaku harus puas dengan gelar runner up yang didapatkannya pada ajang Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 ini. Sebab, ia merasa sudah berusaha tampil maksimal dan memberikan yang terbaik sepanjang pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Hari ini pentandingan yang sangat bagus. Saya merasa sudah bermain dengan bagus dan begitu juga dengan Akane. Saya beberapa kali membuat kesalahan sendiri saat sedang unggul di pertandingan final ini. Walaupun cukup kecewa karena belum bisa menjadi juara, tapi ini menjadi pengalaman yang luar biasa buat saya,&#8221;<\/em> ungkap Sindhu selepas pertandingan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Tentunya persaingan di sektor tunggal putri saat ini sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Saya rasa semua pemain sudah berada di level yg sama saat ini, khususnya di top 10 dunia, persaingan sangat ketat dan merata,&#8221;<\/em> pungkasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Dengan hasil ini, Jepang sukses membawa pulang dua gelar juara dari sektor tunggal putri melalui Akane Yamaguchi dan ganda putri lewat pasangan Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.72.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.72.jpg"},{"uid":"7325","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) Giliran Dion Wiyoko Sapa Penggemar di Istora","subheader":"Jakarta | Dion Wiyoko yang berperan sebagai Alan Budikusuma pada film Susi Susanti-Love All menyapa para penggemarnya pada acara meet and greet, di Booth Blibli Istora Senayan, Minggu (21\/7), sore.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Pada kesempatan tersebut, Dion Wiyoko ditemani sutradara Sim F, dan legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti\/Alan Budikusuma. <em>\"Film ini mengisahkan tentang perjalanan seorang Susi Susanti dari main bulutangkis biasa, hingga menjadi juara. Rugi kalau gak nonton nanti,\"<\/em> kata Sim F.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sang sutradara menambahkan, film ini semakin menarik karena bakal memuat banyak pertandingan bulutangkis yang penting dalam karir Susi Susanti. Terutama saat dia memenangkan medali emas untuk Olimpiade Barcelona 1992. <em>\"Film ini dapat menjadi panutan bagi seluruh anak muda Indonesia, pecinta badminton, dan masyarakat luas,\"<\/em> jelasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, Dion Wiyoko mengaku bangga bisa berperan sebagai Alan Budikusuma di film Susi Susanti-Love All. <em>\"Ini tantangan yang harus saya lewati. Menjadi seorang Alan Budikusuma tidak mudah. Tapi, dalam empat bulan terakhir saya workshop, jadi terbiasa,\"<\/em> kata Dion Wiyoko kepada para penonton.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Susi Susanti-Love All adalah sebuah film nasional mendatang yang mengisahkan perjalanan hidup atlet bulutangkis putri Indonesia, Susi Susanti. Film ini diproduksi oleh Damn! I Love Indonesia Movies bekerja sama dengan Oreima Films, dan East West Synergy dengan produser Daniel Mananta, dan Reza Hidayat.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>\"Lewat film ini saya berharap penonton tahu bagaimana dulu, kami juga kalau kalah di-bully, bagaimana proses menjadi juara, pengorbanan kerja keras, hari-hari di asrama, ada di film ini,\"<\/em> kata Susi Susanti.<\/p><br \/>\r\n<p>Film Susi Susanti-Love All merupakan film badminton yang otentik. Film ini menampilkan perjuangan Susi Susanti dari kecil di Tasikmalaya Jawa Barat, berlatih keras di Pelatnas, hingga menjadi juara.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Pada kesempatan tersebut, Dion Wiyoko ditemani sutradara Sim F, dan legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti\/Alan Budikusuma. <em>\"Film ini mengisahkan tentang perjalanan seorang Susi Susanti dari main bulutangkis biasa, hingga menjadi juara. Rugi kalau gak nonton nanti,\"<\/em> kata Sim F.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sang sutradara menambahkan, film ini semakin menarik karena bakal memuat banyak pertandingan bulutangkis yang penting dalam karir Susi Susanti. Terutama saat dia memenangkan medali emas untuk Olimpiade Barcelona 1992. <em>\"Film ini dapat menjadi panutan bagi seluruh anak muda Indonesia, pecinta badminton, dan masyarakat luas,\"<\/em> jelasnya.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, Dion Wiyoko mengaku bangga bisa berperan sebagai Alan Budikusuma di film Susi Susanti-Love All. <em>\"Ini tantangan yang harus saya lewati. Menjadi seorang Alan Budikusuma tidak mudah. Tapi, dalam empat bulan terakhir saya workshop, jadi terbiasa,\"<\/em> kata Dion Wiyoko kepada para penonton.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Susi Susanti-Love All adalah sebuah film nasional mendatang yang mengisahkan perjalanan hidup atlet bulutangkis putri Indonesia, Susi Susanti. Film ini diproduksi oleh Damn! I Love Indonesia Movies bekerja sama dengan Oreima Films, dan East West Synergy dengan produser Daniel Mananta, dan Reza Hidayat.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>\"Lewat film ini saya berharap penonton tahu bagaimana dulu, kami juga kalau kalah di-bully, bagaimana proses menjadi juara, pengorbanan kerja keras, hari-hari di asrama, ada di film ini,\"<\/em> kata Susi Susanti.<\/p><br \/>\r\n<p>Film Susi Susanti-Love All merupakan film badminton yang otentik. Film ini menampilkan perjuangan Susi Susanti dari kecil di Tasikmalaya Jawa Barat, berlatih keras di Pelatnas, hingga menjadi juara.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/firman_38.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/firman_38.jpg"},{"uid":"7324","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) Kehabisan Tiket Final, Booth Blibli \"Diserbu&#8217; Penonton","subheader":"Jakarta | Atmosfer laga final Blibli Indonesia Open 2019 BWF Tour Super 1000 sangat fantastis. Buktinya, para penonton sudah datang sejak pagi ke Istora Senayan untuk mendapatkan tiket masuk. Sayangnya, mimpi mereka masuk ke tribun harus dikubur dalam-dalam setelah tiket habis terjual.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Bagi Anda yang saat ini sudah berada di Istora Senayan jangan sedih, terlebih bagi Anda yang menunggu pertandingan final ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan\/Hendra Setiawan melawan Kevin Sanjaya\/Marcus Gideon. Pasalnya, booth Blibli yang tepat berada di pintu masuk menggelar nonton bareng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Berdasarkan pantauan Djarum Badminton Minggu (21\/7), pukul 15:00 WIB, beberapa dari penonton yang tidak kebagian tiket terlihat memadati Booth Blibli untuk menyaksikan partai final ganda putri asal Jepang Yuki Fukhusima\/Sayaka Hirota melawan Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahasi. Beberapa penonton terlihat enjoy, dan menikmati pertandingan tersebut.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Meski tidak bisa masuk ke tribun istora, suasana nonton bareng tak kalah seru. Mereka seperti berada di tribun dengan bersorak, tepuk tangan, bahkan ada juga yang sambil menyantap makan siang. <em>\"Nonton di sini (booth Blibli) gak kalah seru sama yang di dalam istora,\"<\/em> ucap Husain (25), warga Depok.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Semakin sore, para penonton semakin memadati area Istora Senayan. Tapi lagi-lagi, mereka harus gigit jari setelah tiket habis terjual. Sekedar informasi, jika Anda yang menunggu pertandingan final ganda putra Indonesia berlaga, bisa menyaksikan di booth Blibli, Djarum Foundation, dan di panggung live music.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\">Bagi Anda yang saat ini sudah berada di Istora Senayan jangan sedih, terlebih bagi Anda yang menunggu pertandingan final ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan\/Hendra Setiawan melawan Kevin Sanjaya\/Marcus Gideon. Pasalnya, booth Blibli yang tepat berada di pintu masuk menggelar nonton bareng.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Berdasarkan pantauan Djarum Badminton Minggu (21\/7), pukul 15:00 WIB, beberapa dari penonton yang tidak kebagian tiket terlihat memadati Booth Blibli untuk menyaksikan partai final ganda putri asal Jepang Yuki Fukhusima\/Sayaka Hirota melawan Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahasi. Beberapa penonton terlihat enjoy, dan menikmati pertandingan tersebut.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Meski tidak bisa masuk ke tribun istora, suasana nonton bareng tak kalah seru. Mereka seperti berada di tribun dengan bersorak, tepuk tangan, bahkan ada juga yang sambil menyantap makan siang. <em>\"Nonton di sini (booth Blibli) gak kalah seru sama yang di dalam istora,\"<\/em> ucap Husain (25), warga Depok.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Semakin sore, para penonton semakin memadati area Istora Senayan. Tapi lagi-lagi, mereka harus gigit jari setelah tiket habis terjual. Sekedar informasi, jika Anda yang menunggu pertandingan final ganda putra Indonesia berlaga, bisa menyaksikan di booth Blibli, Djarum Foundation, dan di panggung live music.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/firman_37.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/firman_37.jpg"},{"uid":"7323","date":"2019-07-21","title":"(Blibli Indonesia Open) Gelar Kedua Yuki\/Sayaka di Istora","subheader":"Jakarta | Pasangan Yuki Fukushima\/Sayaka Hirota sukses merebut gelar juara Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000 usai mengandaskan rekan senegaranya, Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi dengan skor 21-16 dan 21-18 pada pertandingan final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21\/7). Dengan hasil ini, Yuki\/Sayaka sukses mempertahankan gelar yang diraihnya pada gelaran Indonesia Open 2018 lalu.","subtitle":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Sebisa mungkin kita ingin memberikan yang terbaik dan sebisa mungkin kita harus menang di pertandingan kali ini. Tahun lalu kita sudah juara dan sekarang kita juara lagi. Kita nggak mau mengingat-ingat yang sudah terjadi. Sekarang, dengan gelar juara ini, kita semakin termotivasi untuk Olimpiade 2020 mendatang,&#8221;<\/em> kata Yuki Fukushima kepada <em>Djarumbadminton.com<\/em>.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Menang itu penting, tapi yang lebih penting itu berusaha memberikan yang terbaik sampai akhir,&#8221;<\/em> sambungnya menambahkan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Yuki\/Sayaka memang terlihat cukup mendominasi jalannya pertandingan. Meski sempat tertinggal di game kedua, namun ganda putri peringkat dua dunia ini mampu mengembalikan keadaan dan menyudahi permainan dengan kemenangan dua game langsung.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Di game pertama kita merasa tidak mendapatkan kesulitan. Di game kedua kita memang sempat tertinggal, tapi saat mengetahui dan melihat kondisi senior kita itu sedang tidak fit, jadi kita langsung inisiatif lebih bermain cepat dan menyerang,&#8221;<\/em> jelas Sayaka Hirota.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi mengaku cukup kecewa karena tidak bisa membawa pulang gelar juara Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Tidak tampil dalam kondisi yang prima, menjadi kendala Misaki\/Ayaka pada pertandingan final kali ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Sejak tiga hari lalu kondisi badan kita tidak fit, khususnya Misaki. Kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk menang hari ini dan kita sudah keluarkan seluruh kekuatan. Padahal kita sedang fokus untuk Olimpiade 2020 nanti, tapi sayangnya kali ini kita harus kalah,&#8221;<\/em> ungkap Ayaka Takahashi.<\/p>","text":"<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Sebisa mungkin kita ingin memberikan yang terbaik dan sebisa mungkin kita harus menang di pertandingan kali ini. Tahun lalu kita sudah juara dan sekarang kita juara lagi. Kita nggak mau mengingat-ingat yang sudah terjadi. Sekarang, dengan gelar juara ini, kita semakin termotivasi untuk Olimpiade 2020 mendatang,&#8221;<\/em> kata Yuki Fukushima kepada <em>Djarumbadminton.com<\/em>.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Menang itu penting, tapi yang lebih penting itu berusaha memberikan yang terbaik sampai akhir,&#8221;<\/em> sambungnya menambahkan.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Yuki\/Sayaka memang terlihat cukup mendominasi jalannya pertandingan. Meski sempat tertinggal di game kedua, namun ganda putri peringkat dua dunia ini mampu mengembalikan keadaan dan menyudahi permainan dengan kemenangan dua game langsung.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Di game pertama kita merasa tidak mendapatkan kesulitan. Di game kedua kita memang sempat tertinggal, tapi saat mengetahui dan melihat kondisi senior kita itu sedang tidak fit, jadi kita langsung inisiatif lebih bermain cepat dan menyerang,&#8221;<\/em> jelas Sayaka Hirota.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\">Sementara itu, Misaki Matsutomo\/Ayaka Takahashi mengaku cukup kecewa karena tidak bisa membawa pulang gelar juara Blibli Indonesia Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Tidak tampil dalam kondisi yang prima, menjadi kendala Misaki\/Ayaka pada pertandingan final kali ini.<\/p><br \/>\r\n<p class=\"MsoNoSpacing\"><em>&#8220;Sejak tiga hari lalu kondisi badan kita tidak fit, khususnya Misaki. Kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk menang hari ini dan kita sudah keluarkan seluruh kekuatan. Padahal kita sedang fokus untuk Olimpiade 2020 nanti, tapi sayangnya kali ini kita harus kalah,&#8221;<\/em> ungkap Ayaka Takahashi.<\/p>","illustration":"https:\/\/images1-focus-opensocial.googleusercontent.com\/gadgets\/proxy?url=https:\/\/www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.71.jpg&container=focus&resize_w=800","image":"www.djarumbadminton.com\/assets\/\/2019\/news\/07\/7.71.jpg"}]